UMKM yang rapi secara administrasi tumbuh lebih cepat. Invoice bukan hanya soal menagih — ini tentang membangun kepercayaan pelanggan bisnis, mempermudah pembukuan, dan membuka peluang bermitra dengan perusahaan lebih besar.
Banyak usaha kecil masih mengandalkan nota tangan atau catatan di buku kas. Cara ini bermasalah saat usaha mulai bertumbuh:
Nama & kontak usaha
Nama toko atau brand UMKM, alamat, dan nomor telepon atau WhatsApp.
Nama & alamat pembeli
Untuk pelanggan bisnis: nama perusahaan + nama PIC. Untuk pelanggan individu: nama lengkap dan alamat pengiriman.
Nomor invoice & tanggal
Penomoran urut (mis. INV-001/01/2024) mempermudah arsip dan referensi saat ada pertanyaan.
Daftar produk/barang
Nama produk, jumlah, harga satuan, dan subtotal per baris. Pisahkan jika ada biaya ongkir atau biaya kemasan.
Tanggal jatuh tempo
Untuk pelanggan yang bayar tempo — cantumkan batas pembayaran agar tidak perlu menagih secara lisan berulang kali.
Cara & detail pembayaran
Nomor rekening, nama bank, dan nama pemilik rekening. Atau instruksi pembayaran lain yang berlaku.
Jualan ke Toko, Warung, atau Kantin (B2B)
Buat invoice untuk setiap pengiriman barang. Cantumkan daftar produk, jumlah, dan harga per unit. Atur due date sesuai kesepakatan tempo (7 atau 14 hari). Kirim PDF lewat WhatsApp ke pemilik toko. Saat mereka bayar, kamu bisa mencatat di buku kas dengan nomor invoice sebagai referensi.
Invoice Bulanan untuk Pelanggan Tetap
Daripada buat invoice per pengiriman, rangkum semua pengiriman dalam satu bulan di satu invoice. Ini lebih praktis untuk pelanggan yang pesan rutin. Buat di akhir bulan, cantumkan semua baris item dengan tanggal masing-masing di kolom deskripsi.
Jual ke Perusahaan atau Instansi
Perusahaan biasanya punya proses AP (Accounts Payable) — mereka perlu invoice resmi sebelum bisa transfer. Pastikan nama penerima di invoice sesuai dengan nama di rekening bank. Beberapa perusahaan juga meminta faktur pajak jika kamu PKP.
Pengiriman ke Luar Kota
Tambahkan biaya ongkir sebagai baris terpisah di invoice. Ini membuat total yang harus dibayar lebih transparan dan menghindari pertanyaan dari pembeli soal ongkos kirim.
Gratis tanpa batas
Buat dokumen sebanyak apapun tanpa biaya dan tanpa akun.
Privasi terjaga
Pembuatan dokumen diproses di browser; data hanya dikirim jika kamu memilih fitur kirim email.
5 template profesional
Classic, Modern, Minimal, Bold, dan Compact — sesuaikan dengan brand.
Multi-bahasa & mata uang
Mendukung IDR, USD, EUR dan 5 mata uang lain, serta 5 bahasa.
Tidak perlu daftar. Langsung buat dan unduh PDF.
Buat Invoice UMKM Sekarang — GratisApakah UMKM wajib membuat invoice?
Tidak ada kewajiban hukum untuk semua transaksi, tapi sangat dianjurkan. Invoice menjadi bukti penjualan yang sah, memudahkan rekonsiliasi stok, dan wajib ada jika kamu berjualan ke perusahaan atau instansi pemerintah yang memerlukan dokumen pengadaan. Untuk omzet di atas Rp 500 juta per tahun, invoice juga penting untuk pelaporan pajak.
Apa bedanya invoice dengan nota untuk UMKM?
Nota biasanya digunakan untuk transaksi tunai langsung — cetak cepat, nominalnya kecil. Invoice lebih formal: punya nomor dokumen, tanggal jatuh tempo, dan detail kontak — cocok untuk transaksi dengan toko, minimarket, atau perusahaan yang membayar tidak tunai (transfer, tempo). Jika pelanggan kamu adalah bisnis lain, gunakan invoice.
Bagaimana cara invoice untuk pelanggan yang bayar tempo?
Atur tanggal Due Date sesuai kesepakatan (mis. 7 atau 14 hari setelah invoice diterima). Cantumkan nomor rekening di kolom Payment Details. Setelah bayar masuk, simpan arsip invoicenya sebagai bukti lunas — kamu bisa buat ulang invoice yang sama dan catat 'PAID' di bagian catatan.
Apakah saya perlu invoice terpisah untuk setiap pengiriman?
Untuk pelanggan tetap (toko, warung, kantin), kamu bisa pilih dua cara: (1) invoice per pengiriman — lebih detail, cocok jika pesanan tiap kali beda; atau (2) invoice bulanan yang merangkum semua pengiriman dalam satu bulan — lebih praktis untuk pelanggan yang pesan rutin. Pilih sesuai kebiasaan dan kebutuhan pelangganmu.